kumpulan file sayu
Selasa, 18 Oktober 2011
Rekayasa Termehek-Mehek (Trans TV) Akhirnya Terkuak
Awalnya ane sempat sangat menyukai acara berlabel reality show ini. Bahkan ane sempat mengulas beberapa kelebihannya dibanding acara sejenis yang belakangan banyak bermunculan di layar televisi. Waktu itu, ane pikir Termehek-Mehek murni (100 %) real alias tanpa rekayasa.
Namun semenjak membaca beberapa tulisan di forum-forum ternama yang membahas 'kebohongan' acara ini, ane jadi mulai meragukan label reality-show yang sudah terlanjur melekat padanya. ane mulai bersikap kritis setiap kali menontonnya.

Yang jelas, saat ini ane sudah sangat yakin akan kebohongan acara yang dikesankan sebagai tayangan real ini. Buat yang masih suka nonton dan masih menganggap bahwa apa yang tersaji pada acara ini adalah real (alias bukan akting), ane tidak akan memaksakan pendapat agar ente percaya/yakin akan kebohongannya.
Di sini saya cuma ingin mengungkap 5 indikator bahwa Termehek-Mehek adalah sebuah acara rekayasa belaka, yaitu :
Pertama':
(1) Suara orang-orang yang ditemui saat pencarian berlangsung.
Coba dengarkan baik-baik, apakah suaranya tidak begitu jelas atau terdengar sangat jelas dan jernih? Logikanya, kalau memang acara ini real atau tanpa rekayasa, maka suara orang-orang yang ditemui pada saat pencarian tidak akan sejernih atau sejelas (senyaring) yang terdengar pada tayangan acara ini di televisi.
Tapi nyatanya? Ente bisa merasakan sendiri, betapa jelas dan jernihnya suara orang-orang yang ditemui pada saat pencarian. Itu artinya, orang-orang tersebut cuma pemain bayaran yang disuruh akting (dengan ekspresi seolah-olah kaget atau heran pada saat tim Termehek-Mehek mendatangi rumah mereka). Dan para pemain bayaran tersebut sebelumnya sudah dipasangi mikrofon pada bagian tubuh tertentunya, agar ketika ia berkomunikasi terdengar lebih jelas.
Kedua':
(2) Ekspresi kedua pembawa acara setiap terjadi pertengkaran antara klien dan pihak yang ditemui.
Coba perhatikan dengan seksama ekspresi wajah kedua host (Mandala dan Panda) setiap kali terjadi keributan atau ketika mengalami tanggapan yang kurang enak dari target. Ekspresi wajah mereka terkesan kurang natural (kelihatan cuma akting atau dibuat-buat). Dan hampir terlihat selalu monoton.
Ketiga':
(3) Tingkah laku klien dan pihak yang ditemui setiap kali bertemu.
Di setiap episode Termehek-Mehek, setiap klien bertemu dengan pihak yang diperkirakan mengetahui informasi mengenai keberadaan target, pasti selalu terlihat berlebihan dan terkesan sengaja untuk membuat suatu insiden yang memancing kemarahan klien atau keributan/pertengkaran. Awalnya saya mengira itu real (bukan rekayasa). Tapi lama-lama saya akhirnya mencium gelagat rekayasa di balik semua adegan pertengkaran dan keributan.
Kelihatan sengaja dibuat-buat demi menambah seru acara ini. Padahal, semua pihak yang terlibat adalah pemain bayaran. Ya… Artinya… Apa yang tersaji di acara ini hanyalah akting belaka. Merasa tertipu?

Keempat':
(4) Terlalu banyak adegan seru yang berlebihan, kurang masuk akal, dan hampir sama di setiap episode
Maksud sutradara atau produser acara ini mungkin ingin menambah nilai jual acara ini di mata pemirsa, sehingga menjadi sebuah tayangan menarik yang sayang untuk dilewatkan. Namun lama-lama saya lihat adegan keributan yang ada terkesan sudah tidak natural lagi. Umumnya terlalu mengada-ada.
Parahnya, tipe adegan seru tersebut hampir selalu sama di setiap episode. Yang beda cuma pemain yang disuruh berakting. Apa tim kreatif acara ini sudah mulai kehilangan kreativitas?

Kelima':
(5) Pada akhir salah satu episode, ditampilkan cuplikan-cuplikan adegan yang ternyata cuma akting.
Nah, poin inilah yang semakin menambah keyakinan saya bahwa acara ini cuma rekayasa belaka. Pada akhir salah satu episode, terlihat Mandala, Panda, klien, dan beberapa pihak yang terlibat tersenyum usai mempraktekkan adegan tertentu yang harus di-cut atau diulang. Nah, ketauan deh kalo cuma akting doang.
Sebenarnya masih ada beberapa hal lagi yang bisa menjadi indikator kebohongan acara ini. Belakangan, acara ini malah diberi label sebagai "drama reality show". Tampaknya penambahan kata "drama" adalah sebagai salah satu upaya produser acara ini untuk mengelak dari tuduhan pembohongan publik.
Kesimpulannya, Termehek-Mehek tidak layak digolongkan sebagai acara berjenis reality show. Wong isi acaranya cuma berupa reka ulang atau bahkan sudah diskenariokan jalan ceritanya (bukan berdasarkan kisah nyata lagi). Bukankah acara ini punya sutradara dan tim kreatif yang tugasnya memang membuat dan mengatur skenario cerita? Termasuk mengarahkan akting para pemain bayaran yang terlibat di dalamnya?
Pada akhirnya, pembohongan publik pun bisa menjadi kabur ketika banyak penonton malah merasa terhibur ketika menonton acara ini. Namun ketika acara seperti ini sudah mulai menjamur, lambat laun penonton pun pasti akan jenuh sendiri pada akhirnya. Kita lihat saja sampai kapan Termehek-Mehek akan tetap bertahan.

http://www.menjelma.com/2011/10/rekayasa-termehek-mehek-trans-tv_16.html
Namun semenjak membaca beberapa tulisan di forum-forum ternama yang membahas 'kebohongan' acara ini, ane jadi mulai meragukan label reality-show yang sudah terlanjur melekat padanya. ane mulai bersikap kritis setiap kali menontonnya.
Yang jelas, saat ini ane sudah sangat yakin akan kebohongan acara yang dikesankan sebagai tayangan real ini. Buat yang masih suka nonton dan masih menganggap bahwa apa yang tersaji pada acara ini adalah real (alias bukan akting), ane tidak akan memaksakan pendapat agar ente percaya/yakin akan kebohongannya.
Di sini saya cuma ingin mengungkap 5 indikator bahwa Termehek-Mehek adalah sebuah acara rekayasa belaka, yaitu :
Pertama':
(1) Suara orang-orang yang ditemui saat pencarian berlangsung.
Coba dengarkan baik-baik, apakah suaranya tidak begitu jelas atau terdengar sangat jelas dan jernih? Logikanya, kalau memang acara ini real atau tanpa rekayasa, maka suara orang-orang yang ditemui pada saat pencarian tidak akan sejernih atau sejelas (senyaring) yang terdengar pada tayangan acara ini di televisi.
Tapi nyatanya? Ente bisa merasakan sendiri, betapa jelas dan jernihnya suara orang-orang yang ditemui pada saat pencarian. Itu artinya, orang-orang tersebut cuma pemain bayaran yang disuruh akting (dengan ekspresi seolah-olah kaget atau heran pada saat tim Termehek-Mehek mendatangi rumah mereka). Dan para pemain bayaran tersebut sebelumnya sudah dipasangi mikrofon pada bagian tubuh tertentunya, agar ketika ia berkomunikasi terdengar lebih jelas.
Kedua':
(2) Ekspresi kedua pembawa acara setiap terjadi pertengkaran antara klien dan pihak yang ditemui.
Coba perhatikan dengan seksama ekspresi wajah kedua host (Mandala dan Panda) setiap kali terjadi keributan atau ketika mengalami tanggapan yang kurang enak dari target. Ekspresi wajah mereka terkesan kurang natural (kelihatan cuma akting atau dibuat-buat). Dan hampir terlihat selalu monoton.
Ketiga':
(3) Tingkah laku klien dan pihak yang ditemui setiap kali bertemu.
Di setiap episode Termehek-Mehek, setiap klien bertemu dengan pihak yang diperkirakan mengetahui informasi mengenai keberadaan target, pasti selalu terlihat berlebihan dan terkesan sengaja untuk membuat suatu insiden yang memancing kemarahan klien atau keributan/pertengkaran. Awalnya saya mengira itu real (bukan rekayasa). Tapi lama-lama saya akhirnya mencium gelagat rekayasa di balik semua adegan pertengkaran dan keributan.
Kelihatan sengaja dibuat-buat demi menambah seru acara ini. Padahal, semua pihak yang terlibat adalah pemain bayaran. Ya… Artinya… Apa yang tersaji di acara ini hanyalah akting belaka. Merasa tertipu?

Keempat':
(4) Terlalu banyak adegan seru yang berlebihan, kurang masuk akal, dan hampir sama di setiap episode
Maksud sutradara atau produser acara ini mungkin ingin menambah nilai jual acara ini di mata pemirsa, sehingga menjadi sebuah tayangan menarik yang sayang untuk dilewatkan. Namun lama-lama saya lihat adegan keributan yang ada terkesan sudah tidak natural lagi. Umumnya terlalu mengada-ada.
Parahnya, tipe adegan seru tersebut hampir selalu sama di setiap episode. Yang beda cuma pemain yang disuruh berakting. Apa tim kreatif acara ini sudah mulai kehilangan kreativitas?
Kelima':
(5) Pada akhir salah satu episode, ditampilkan cuplikan-cuplikan adegan yang ternyata cuma akting.
Nah, poin inilah yang semakin menambah keyakinan saya bahwa acara ini cuma rekayasa belaka. Pada akhir salah satu episode, terlihat Mandala, Panda, klien, dan beberapa pihak yang terlibat tersenyum usai mempraktekkan adegan tertentu yang harus di-cut atau diulang. Nah, ketauan deh kalo cuma akting doang.
Sebenarnya masih ada beberapa hal lagi yang bisa menjadi indikator kebohongan acara ini. Belakangan, acara ini malah diberi label sebagai "drama reality show". Tampaknya penambahan kata "drama" adalah sebagai salah satu upaya produser acara ini untuk mengelak dari tuduhan pembohongan publik.
Kesimpulannya, Termehek-Mehek tidak layak digolongkan sebagai acara berjenis reality show. Wong isi acaranya cuma berupa reka ulang atau bahkan sudah diskenariokan jalan ceritanya (bukan berdasarkan kisah nyata lagi). Bukankah acara ini punya sutradara dan tim kreatif yang tugasnya memang membuat dan mengatur skenario cerita? Termasuk mengarahkan akting para pemain bayaran yang terlibat di dalamnya?
Pada akhirnya, pembohongan publik pun bisa menjadi kabur ketika banyak penonton malah merasa terhibur ketika menonton acara ini. Namun ketika acara seperti ini sudah mulai menjamur, lambat laun penonton pun pasti akan jenuh sendiri pada akhirnya. Kita lihat saja sampai kapan Termehek-Mehek akan tetap bertahan.
http://www.menjelma.com/2011/10/rekayasa-termehek-mehek-trans-tv_16.html
sumber http://gendonentong.blogspot.com/2011/10/rekayasa-termehek-mehek-trans-tv.html#ixzz1bC34QHXj
Penyajian Makanan Terkejam Di Dunia
Makanan dengan cara penyajian yang aneh dan kejam ?? Apa maksudnya, mungkin sebaiknya kalian langsung lihat sendiri seperti apa makanan yang dumaksud dengan judul tersebut... Penyajian makanan-makanan ini berbeda dengan penyajian biasa.. penasaran dengan makanan-makanan tersebut, jangan lewatkan, silahkan kalian tengok di sini...!!!
IKIZUKURI (Japan)

Cara Penyajiannya: jika ada pesanan, koki akan segera mengambil ikan segar yang masih hidup, kemudian langsung disisik, dipotong-potong dalam kondisi masih bergerak-gerak, setelah dipotong-potong, langsung disajikan di depan pemesan dengan keadaan masih menggelepar.
Ikizukuri, berarti 'disiapkan dalam keadaan hidup'. Untuk mempersiapkan makanan seperti ini tentunya si koki harus benar-benar canggih dalam mempersiapkan makanan yang ada, ia harus bisa memotong-motong daging ikan tanpa membunuhnya!. Terkadang beberapa koki yang sangat hebat dapat memotong sedemikian rupa, sehingga ia dapat memisahkan daging dan kemudian mengaturnya kembali agar tampak utuh, dalam kondisi si ikan masih menggelepar!
IKIZUKURI (Japan)
Cara Penyajiannya: jika ada pesanan, koki akan segera mengambil ikan segar yang masih hidup, kemudian langsung disisik, dipotong-potong dalam kondisi masih bergerak-gerak, setelah dipotong-potong, langsung disajikan di depan pemesan dengan keadaan masih menggelepar.
Ikizukuri, berarti 'disiapkan dalam keadaan hidup'. Untuk mempersiapkan makanan seperti ini tentunya si koki harus benar-benar canggih dalam mempersiapkan makanan yang ada, ia harus bisa memotong-motong daging ikan tanpa membunuhnya!. Terkadang beberapa koki yang sangat hebat dapat memotong sedemikian rupa, sehingga ia dapat memisahkan daging dan kemudian mengaturnya kembali agar tampak utuh, dalam kondisi si ikan masih menggelepar!
ORTOLAN (France)

Burung Ortolan, seekor burung yang menjadi santapan dalam menu ini. Burung ortolan adalah burung yang panjangnya enam inci dan beratnya sekitar 2 ons. Warnanya hijau zaitun dan kuning, dengan sentuhan merah di sana sini, sangat indah.
Penyajiannya: Burung yang telah ditangkap, matanya dibutakan dengan ditusuk, kemudian di beri makan secara paksa dalam sangkar yang sempit sampai tidak dapat bergerak. karena makanan paksa, badannya mengembang sampai dua atau empat kali lipat ukuran bisanya. Setelah dirasa cukup, burung ini akan ditenggelamkan dalam Armagnac (jenis minuman keras)
Setelah itu, burung ini disajikan dengan dibakar, dan dimasukkan kedalam mulut dalam kondisi kepala diluar. Yang anda tinggal lakukan adalah menggigitnya, sehingga kepalanya terlepas dan anda mengunyah tubuhnya lengkap dengan semua bagian, tulang dan jerohan lengkap!
FOIE GRAS (France)

"Foie Gras" ini berarti hati berlemak, dan hati ini biasanya diambil dari bebek atau angsa. Pada awalnya bebek atau angsa ini bebas bermain suka-suka, dan menikmati masa mudanya dengan penuh keceriaan dan kegembiraan, tapi sampai akhirnya di usia tertentu, mereka akan diberi makanan jagung secara paksa sampai hati (liver) mengembang enam kali lipat ukuran biasanya.
Cara memberi makanan paksa ini lumayan sadis, si bebek atau angsa, dimasukin pipa lewat mulutnya, terus campuran jagung dengan minyak dipaksa masuk ke dalam sistem pencernaannya, yang tentunya, lemak yang masuk ditumpuk di liver angsa. Nah.. selama si bebek atau angsa tadi dipaksa makan dengan cara sadis ini, dia disimpen dalam kotak kayu yang rapet dan nggak memungkinkan sama sekali si bebek atau angsa tadi bergerak!
Grrr... Sabar ya bek, malang sekali nasibmu....
"Foie Gras" ini berarti hati berlemak, dan hati ini biasanya diambil dari bebek atau angsa. Pada awalnya bebek atau angsa ini bebas bermain suka-suka, dan menikmati masa mudanya dengan penuh keceriaan dan kegembiraan, tapi sampai akhirnya di usia tertentu, mereka akan diberi makanan jagung secara paksa sampai hati (liver) mengembang enam kali lipat ukuran biasanya.
Cara memberi makanan paksa ini lumayan sadis, si bebek atau angsa, dimasukin pipa lewat mulutnya, terus campuran jagung dengan minyak dipaksa masuk ke dalam sistem pencernaannya, yang tentunya, lemak yang masuk ditumpuk di liver angsa. Nah.. selama si bebek atau angsa tadi dipaksa makan dengan cara sadis ini, dia disimpen dalam kotak kayu yang rapet dan nggak memungkinkan sama sekali si bebek atau angsa tadi bergerak!
Grrr... Sabar ya bek, malang sekali nasibmu....
DOJO TOFU (Japan)

Makanan ini dibuat dari tahu dan loach (semacam belut)
Cara penyajiannya:
Gampang banget kok, rebus air sampai panas, terus masukin tahu di dasarnya, segera tambahkan belut-belut kecil ini. Dan cara mereka berusaha melarikan diri adalah dengan masuk dan memaksakan diri mereka ke dalam tahu yang masih dingin/segar tadi.
Masalahnya, mereka hanya bisa bertahan sementara, karena tahunya bakalan jadi panas juga kan? dan akhirnya belut2 kecil ini matang bersamaan dengan tahu tadi! Akhirnya tahu tadi akan bolong-bolong gara-gara belut yang tadi berusaha lari kesana kemari nyelametin diri.
Sayangnya, masakan ini luar biasa susah dibuatnya, jadi ndak segampang itu, si belut masih bisa selamet lari kedalam tahu, telat satu detik aja, makanan ini harus diulang....

Makanan ini dibuat dari tahu dan loach (semacam belut)
Cara penyajiannya:
Gampang banget kok, rebus air sampai panas, terus masukin tahu di dasarnya, segera tambahkan belut-belut kecil ini. Dan cara mereka berusaha melarikan diri adalah dengan masuk dan memaksakan diri mereka ke dalam tahu yang masih dingin/segar tadi.
Masalahnya, mereka hanya bisa bertahan sementara, karena tahunya bakalan jadi panas juga kan? dan akhirnya belut2 kecil ini matang bersamaan dengan tahu tadi! Akhirnya tahu tadi akan bolong-bolong gara-gara belut yang tadi berusaha lari kesana kemari nyelametin diri.
Sayangnya, masakan ini luar biasa susah dibuatnya, jadi ndak segampang itu, si belut masih bisa selamet lari kedalam tahu, telat satu detik aja, makanan ini harus diulang....
FENG GAN JI (China/Tibet)

Arti secara literal adalah "Ayam kering angin", jadi ayamnya dikeringkan karena angin!. apa saja yg dibutuhkan? pertama Ayam segar (pastinya) , pisau yang luar biasa tajam, plus koki yang berhati beku, hitam dan dingin.
Cara penyajiannya:
Kalo penyajiannya sih biasa, tapi cara persiapannya. Ayam dibelah perutnya hidup-hidup, diambil isi perutnya, dan diganti dengan berbagai macam bumbu. Setelah itu perutnya dijahit lagi, dan digantung gitu aja sampai kering! Kalo kokinya sudah ahli banget, ayamnya kadang masih hidup pas isi perutnya dibuang... woww.
Arti secara literal adalah "Ayam kering angin", jadi ayamnya dikeringkan karena angin!. apa saja yg dibutuhkan? pertama Ayam segar (pastinya) , pisau yang luar biasa tajam, plus koki yang berhati beku, hitam dan dingin.
Cara penyajiannya:
Kalo penyajiannya sih biasa, tapi cara persiapannya. Ayam dibelah perutnya hidup-hidup, diambil isi perutnya, dan diganti dengan berbagai macam bumbu. Setelah itu perutnya dijahit lagi, dan digantung gitu aja sampai kering! Kalo kokinya sudah ahli banget, ayamnya kadang masih hidup pas isi perutnya dibuang... woww.
HUO JIANG LU (China)
bahan makanannya adalah keledai. memang kedengaranya masih wajar klo keledai jadi santapan kuliner. tapi kenapa dibilang sadis ya? hhmmm, jawabannya adalah karena penyajianya yg mengharuskan keledai di ambil dagingnya dalam keadaan masih hidup dan bahkan masih berteriak kesakitan. uwh, coba kalian bayangkan.
Belum lagi cara penyajiannya: makanan yang disebut Huo Jia Lu (Keledai Hidup) ini disiapkan dengan cara, si keledai diikat kakinya, dan badannya ditidurkan, kemudian si 'chef' memotong-motong badan si keledai dan membagikan dagingnya pada saat si keledai berteriak-teriak kesakitan.
Bahkan ada juga makanan serupa yang lebih sadis, bahannya sama, yaitu keledai, nama makanan tersebut adalah: Jiao Lu Rou (arti harfiah: Daging Keledai). cara penyajiannya hampir sama, tapi kali ini si keledai dikuliti dan akhirnya disiram dengan air panas mendidih... sampai matang.....
Belum lagi cara penyajiannya: makanan yang disebut Huo Jia Lu (Keledai Hidup) ini disiapkan dengan cara, si keledai diikat kakinya, dan badannya ditidurkan, kemudian si 'chef' memotong-motong badan si keledai dan membagikan dagingnya pada saat si keledai berteriak-teriak kesakitan.
Bahkan ada juga makanan serupa yang lebih sadis, bahannya sama, yaitu keledai, nama makanan tersebut adalah: Jiao Lu Rou (arti harfiah: Daging Keledai). cara penyajiannya hampir sama, tapi kali ini si keledai dikuliti dan akhirnya disiram dengan air panas mendidih... sampai matang.....
sumber http://gendonentong.blogspot.com/2011/10/penyajian-makanan-terkejam-di-dunia.html#ixzz1bBz8rNpc
Sabtu, 15 Oktober 2011
Pembalasan Anak Atas Cinta Orang Tua

Pembalasan Anak Atas Cinta Orang Tua
Saat kau berumur 1 tahun,
dia menyuapi dan memandikanmu
Sebagai balasannya,kau menangis sepanjang malam
Saat kau berumur 2 tahun,
dia mengajarimu bagaimana cara berjalan
Sebagai balasannya, kau kabur saat dia memanggilmu
Saat kau berumur 3 tahun,
dia memasak semua makananmu dengan kasih sayang
Sebagai balasannya, kau buang piring berisi makanan ke lantai
Saat kau berumur 4 tahun,
dia memberimu pensil berwarna
Sebagai balasannya, kau coret-coret dinding rumah dan meja makan
Saat kau berumur 5 tahun,
dia membelikanmu pakaian-pakaian yang mahal dan indah
Sebagai balasannya, kau memakainya untuk bermain di kubangan lumpur dekat rumah
Saat kau berumur 6 tahun,
dia mengantarmu pergi ke sekolah
Sebagai balasannya, kau berteriak : “NGGAK MAU!”
Saat kau berumur 7 tahun,
dia membelikanmu bola
Sebagai balasannya, kau lemparkan bola ke jendela tetangga
Saat kau berumur 8 tahun,
dia memberimu es krim
Sebagai balasannya, kau tumpahkan hingga mengotori seluruh bajumu
Saat kau berumur 9 tahun,
dia membayar mahal untuk kursus pianomu
Sebagai balasannya, kau sering bolos dan sama sekali tidak pernah berlatih
Saat kau berumur 10 tahun,
dia mengantarmu kemana saja, dari kolam renang hingga pesta ulang tahun
Sebagai balasannya, kau melompat keluar mobil tanpa memberi salam
Saat kau berumur 11 tahun,
dia mengantar kau dan teman-temanmu ke bioskop
Sebagai balasannya, kau minta dia duduk dibaris lain
Saat kau berumur 12 tahun,
dia melarangmu untuk melihat acara TV khusus orang dewasa
Sebagai balasannya, kau tunggu dia sampai dia keluar rumah
Saat kau berumur 13 tahun,
ia menyarankanmu untuk memotong rambut karena sudah waktunya
Sebagai balasannya, kau katakan dia tidak tahu mode
Saat kau berumur 14 tahun,
dia membayar biaya untuk kemahmu selama libur sebulan
Sebagai balasannya, kau tak pernah meneleponnya
Saat kau berumur 15 tahun,
pulang kerja dia ingin memelukmu
Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu
Saat kau berumur 16 tahun,
dia mengajari kamu untuk mengemudi mobilnya
Sebagai balasannya, kau pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli akan kepentingannya
Saat kau berumur 17 tahun,
dia sedang menunggu telepon yang penting
Sebagai balasannya, kau pakai telepon nonstop semalaman
Saat kau berumur 18 tahun,
dia menangis terharu ketika kau lulus SMA
Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu sampai pagi
Saat kau berumur 19 tahun,
dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama
Sebagai balasannya, kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar tidak malu di depan teman-temanmu
Saat kau berumur 20 tahun,
dia bertanya : ” Darimana saja seharian ini?”
Sebagai balasannya, kau jawab : “Ah, cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang saja !”
Saat kau berumur 21 tahun,
dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk kariermu di masa depan
Sebagai balasannya, kau katakan : “Aku tidak mau seperti kamu.”
Saat kau berumur 22 tahun,
dia memelukmu dan haru saat kau lulus perguruan tinggi
Sebagai balasannya, kau tanya dia kapan kau bisa main ke luar negeri
Saat kau berumur 23 tahun,
dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu
sebagai balasannya, kau ceriterakan pada temanmu betapa jeleknya furniture itu
Saat kau berumur 24 tahun,
dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencananya di masa depan
Sebagai balasannya, kau mengeluh :”Aduuhhh, bagaimana sih kok bertanya seperti itu?”,
Saat kau berumur 25 tahun,
dia membantumu membiayai pernikahanmu
Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km
Saat kau berumur 30 tahun,
dia memberikan nasehat bagaimana merawat bayimu
Sebagai balasannya, kau katakan : “Sekarang jamannya sudah berbeda!”
Saat kau berumur 40 tahun,
dia meneleponmu untuk memberitahu pesta salah seorang saudara dekatmu
Sebagai balasannya, kau jawab : “Aku sibuk sekali, nggak ada waktu!”
Saat kau berumur 50 tahun,
dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu
Sebagai balasannya, kau baca tentang pengaruh negatif orang tua yang numpang tinggal di rumah anaknya
Dan hingga SUATU HARI ,
dia meninggal dengan tenang…..
Dan tiba-tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan,
dan itu menghantam HATIMU bagaikan pukulan godam
MAKA…….
Jika orang tuamu masih ada, jangan lupa berikanlah kasih sayang dan perhatianmu lebih dari yang pernah kau berikan selama ini, jika orang tuamu sudah tiada, ingatlah akan kasih sayang dan cintanya yang telah diberikannya dengan tulus tanpa syarat kepadamu…….
http://taukahkita.blogspot.com/2011/10/pembalasan-anak-atas-cinta-orang-tua.html
sumber http://gendonentong.blogspot.com/2011/10/pembalasan-anak-atas-cinta-orang-tua.html#ixzz1arjp9tvs
Sejarah Komik Gareng,Petruk,Semar,Bagong Karya Tatang S

Komik adalah suatu bentuk seni dengan menggunakan gambar-gambar tidak bergerak yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk jalinan cerita. Biasanya, komik dicetak di atas kertas dan dilengkapi dengan teks. Komik dapat diterbitkan dalam berbagai bentuk, mulai dari strip dalam koran, dimuat dalam majalah, hingga berbentuk buku tersendiri. Dalam sejarah perkembangan komik di Indonesia, ada satu nama komikus yang cenderung terlupakan. Padahal, ia merupakan seorang komikus yang produktif dan fenomenal pada zamannya. Komikus tersebut adalah Tatang S.
Tatang Suhenra.
Siapakah Tatang S? Tatang S bernama lengkap Tatang Suhenra. Pada tahun 1970-an, kabarnya, ia pernah menjadi komikus yang bayarannya paling tinggi di Bandung. Ketika itu, ia dikenal sebagai komikus cerita-cerita silat. Karena ambisinya dalam mencipta komik sangat besar, tidak jarang ia sering ‘berbenturan’ dengan rekan-rekannya sesama komikus. Kasus yang menonjol adalah ketika ia terlibat ‘perang komik’ dengan Ganes TH. Ganes merupakan seorang komikus yang kesohor dengan karyanya, ‘Si Buta Dari Goa Hantu’. Pada suatu ketika, Ganes pindah dari sebuah penerbitan. Penerbit tersebut tak terima dan sakit hati dengan kepindahan Ganes. Tak lama kemudian Tatang direkrut oleh penerbit itu untuk menyaingi komik sohor karya Ganes. Tatang lalu membuat komik ‘Si Gagu dari Goa Hantu’ untuk menyaingi ‘Si Buta dari Gua Hantu’-nya Ganes. Lalu apa yang terjadi? Ternyata komik karya Tatang ini cuma beredar sebanyak tiga edisi sampai akhirnya dibredel. ‘Si Gagu dari Goa Hantu’-nya Tatang membuat dunia perkomikan Indonesia gempar. Secara tidak langsung, Tatang telah menjadi korban pemainan penerbit, sehingga karir Tatang sebagai seorang komikus silat hancur.
Dari sini Tatang lalu hijrah ke Jakarta. Di Jakarta ia tetap berkarya dalam komik. Tapi, karirnya tak semulus seperti saat ia di Bandung dahulu. Ternyata ‘perseteruannya’ dengan Ganes masih saja berbuntut. Saat itu, penggemar Ganes TH sangat banyak. Penerbit takut para penggemar Ganes TH akan ‘menyerang’ komik Tatang. Akibatnya, banyak penerbit yang takut menerbitkan komik Tatang.
Nasib manusia selalu berubah, layaknya putaran roda pedati. Begitupula nasib Tatang S. Kisah nasib Tatang yang berubah diawali saat komik-komik luar negeri, terutama dari Jepang, membanjiri pasar Indonesia. Ini terjadi pada era 1980-an. Ketika itu, penerbit lebih memilih menerbitkan komik terjemahan untuk mengikuti tren pasar. Imbasnya, banyak komikus yang memilih ‘meloncat’ ke jalur ini. Tak dapat dipungkiri, tren tersebut memang menjanjikan materi berlebih. Namun, berbeda dengan Tatang. Ia tidak mengikuti tren yang tengah mewabah ini dan tetap konsisten di jalurnya, yaitu membuat komik. Komik Tatang waktu itu diterbitkan oleh sebuah penerbit kecil yang letaknya di daerah Pasar Senen, Jakarta Pusat. Penerbit tersebut bernama Gultom Agency. Trik Gultom Agency untuk membidik pasar cukup cerdas. Penerbit ini mengincar lapisan menengah-bawah, dengan oplah 10.000 eksemplar.
Karir Tatang kembali bersinar setelah ia membuat komik dengan tokoh Punakawan (Gareng, Petruk, Semar, Bagong). Meskipun diakui, sebelumnya telah ada beberapa nama komikus yang membuat komik tokoh punakawan, seperti Hidayat Sujana, HAB, Rowing, Rachman, serta Indri S, tetapi nama Tatang S yang paling bersinar. Salah satu alasannya, karena komiknya ini sanggup bertahan melintasi berbagai generasi. Keunikan karakter dan kesederhanaan cerita yang dibawakan juga menjadi nilai plus Tatang dalam komiknya.
Sederhana, itulah yang ada di benak saya saat pertama kali berkenalan dengan komik-komik Gareng-Petruk karya Tatang S. Ia membuat gambar-gambar komiknya hitam-putih, dengan kertas tipis, tapi dibuat tetap berkesan. Di dalam komik-komik Gareng-Petruknya, Tatang selalu menceritakannya dengan bersahaja, tentang kehidupan orang-orang di desa antah-berantah, Desa Tumaritis. Komik Tatang ini unik dan memiliki ciri khas. Ia tidak membicarakan tema-tema cerita yang jauh, namun membicarakan keseharian kita, seperti soal pekerjaan, pengangguran, romantika orang pinggiran, hingga horor. Dalam komiknya, kita pasti menjumpai kekonyolan, keluguan, sampai ironi kehidupan. Menurut saya, Tatang tidak main-main menciptakan karakter Punakawan di setiap komiknya. Gareng dan Petruk merupakan lukisan orang pinggir kota yang memiliki cita-cita, impian, dan kesialan. Tokoh Semar dalam komiknya digambarkan sebagai seorang yang arif bijaksana, punya kharisma, dan disegani. Sedangkan Bagong, karakternya hamper mirip dengan Gareng dan Petruk. Gareng dan Petruk selalu dilukiskan sebagai anak muda pengangguran yang kerap menjumpai kesialan.
Tatang sungguh cerdas mengambil tema cerita yang dekat dengan pembaca. Kerap kita menjumpai kisah horor (mistik) dalam komiknya. Sosok hantu di komik Tatang selalu mengambil persepsi orang awam. Semisal, ia menggambarkan wewe gombel dengan wujud perempuan berbadan besar, mempunyai lidah menjulur panjang, mata melotot, bertaring, dan payudara besar menggelantung ditutupi rambut yang menjuntai hingga kaki. Hantu-hantu ini seringkali muncul ketika Gareng dan Petruk tengah ronda malam di kampong Tumaritis, saat malam Jumat Kliwon. Tatang pintar merubah suasana horor menjadi hal yang menggelitik. Contohnya, ketika Gareng dan Petruk dikejar oleh hantu, akhirnya mereka jatuh ke sungai.
Tatang punya segudang ide mengemas kemasan cerita komiknya. Tema pahlawan super dipilih Tatang untuk membuat pembaca tidak jenuh. Kita seringkali menjumpai Ksatria Baja Hitam, Megaloman, Superman, Batman, ataupun Spiderman dalam komiknya. Nama-nama pahlawan super itu sering diakhiri dengan kata Tumaritis, seperti Megaloman Tumaritis. Tokoh yang dipilih Tatang untuk ‘berperan’ menjadi pahlawan super siapa lagi kalau bukan Gareng dan Petruk. Pahlawan-pahlawan super ini kerap membantu orang-orang yang sedang kesusahan di kampung Tumaritis. Tentu saja Tatang tidak membuat mereka seperti aslinya. Dengan sentuhan idenya, Tatang meramunya menjadi pahlwan-pahlawan super yang konyol.
Teknik gambar dengan goresan hitam-putih sederhana, cerita dan banyolan norak khas jamannya, justru membuat para pembaca menjadi ketagihan setiap menikmati komik-komik karyanya. Selain itu, layaknya seniman yang bertanggung jawab dengan karyanya, Tatang selalu muncul dengan petuah bijak yang diutarakan lewat tokoh-tokohnya. Petuah Tatang sangat positif untuk siapapun, dari anak-anak hingga orang dewasa. Ciri lainnya, Tatang rajin mengirim salam untuk seseorang melalui komik-komiknya. Selain itu ia juga memiliki ungkapan yang kerap hadir dalam komiknya, yaitu “Salam manis tak akan habis, salam sayang tak akan hilang buat semua pencinta karya saya”.
Pada tahun 1990-an, Tatang muncul dengan tema lain. Tema yang dikisahkan Tatang kala itu adalah tentang kehidupan surga dan neraka. Dengan idenya yang bebas,, ia menggambarkan sosok-sosok manusia pembangkang yang kemudian dihukum Tuhan di neraka, serta manusia-manusia patuh yang mendapat kehidupan bahagia di surga. Hukuman-hukuman neraka yang digambar Tatang dalam komiknya begitu detail, seperti ketika ada orang disetrika badannya karena waktu di dunia ia sering pergi ke tempat maksiat.
Pada 27 April 2003, Tatang S meninggal dunia. Menurut sejumlah rumor yang beredar, ia meninggal karena penyakit kencing manis. Penyakit ini diderita lantaran Tatang, yang sering kerja pada malam hari, ketagihan meminum minuman bersoda. Meski kehidupannya diliputi misteri, Tatang telah mendedikasikan seluruh hidupnya untuk komik Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan produktifnya ia mencipta komik. Selain itu, bisa saya katakana bahwa Tatang merupakan seorang pemerhati sosial yang cerdas dan peka. Ini terlihat pada komik-komiknya yang selalu menggambarkan kehidupan dan watak masyarakat menengah-bawah dengan mendetail, serta ketimpangan sosial yang terjadi.
Siapakah Tatang S? Tatang S bernama lengkap Tatang Suhenra. Pada tahun 1970-an, kabarnya, ia pernah menjadi komikus yang bayarannya paling tinggi di Bandung. Ketika itu, ia dikenal sebagai komikus cerita-cerita silat. Karena ambisinya dalam mencipta komik sangat besar, tidak jarang ia sering ‘berbenturan’ dengan rekan-rekannya sesama komikus. Kasus yang menonjol adalah ketika ia terlibat ‘perang komik’ dengan Ganes TH. Ganes merupakan seorang komikus yang kesohor dengan karyanya, ‘Si Buta Dari Goa Hantu’. Pada suatu ketika, Ganes pindah dari sebuah penerbitan. Penerbit tersebut tak terima dan sakit hati dengan kepindahan Ganes. Tak lama kemudian Tatang direkrut oleh penerbit itu untuk menyaingi komik sohor karya Ganes. Tatang lalu membuat komik ‘Si Gagu dari Goa Hantu’ untuk menyaingi ‘Si Buta dari Gua Hantu’-nya Ganes. Lalu apa yang terjadi? Ternyata komik karya Tatang ini cuma beredar sebanyak tiga edisi sampai akhirnya dibredel. ‘Si Gagu dari Goa Hantu’-nya Tatang membuat dunia perkomikan Indonesia gempar. Secara tidak langsung, Tatang telah menjadi korban pemainan penerbit, sehingga karir Tatang sebagai seorang komikus silat hancur.
Dari sini Tatang lalu hijrah ke Jakarta. Di Jakarta ia tetap berkarya dalam komik. Tapi, karirnya tak semulus seperti saat ia di Bandung dahulu. Ternyata ‘perseteruannya’ dengan Ganes masih saja berbuntut. Saat itu, penggemar Ganes TH sangat banyak. Penerbit takut para penggemar Ganes TH akan ‘menyerang’ komik Tatang. Akibatnya, banyak penerbit yang takut menerbitkan komik Tatang.
Nasib manusia selalu berubah, layaknya putaran roda pedati. Begitupula nasib Tatang S. Kisah nasib Tatang yang berubah diawali saat komik-komik luar negeri, terutama dari Jepang, membanjiri pasar Indonesia. Ini terjadi pada era 1980-an. Ketika itu, penerbit lebih memilih menerbitkan komik terjemahan untuk mengikuti tren pasar. Imbasnya, banyak komikus yang memilih ‘meloncat’ ke jalur ini. Tak dapat dipungkiri, tren tersebut memang menjanjikan materi berlebih. Namun, berbeda dengan Tatang. Ia tidak mengikuti tren yang tengah mewabah ini dan tetap konsisten di jalurnya, yaitu membuat komik. Komik Tatang waktu itu diterbitkan oleh sebuah penerbit kecil yang letaknya di daerah Pasar Senen, Jakarta Pusat. Penerbit tersebut bernama Gultom Agency. Trik Gultom Agency untuk membidik pasar cukup cerdas. Penerbit ini mengincar lapisan menengah-bawah, dengan oplah 10.000 eksemplar.
Karir Tatang kembali bersinar setelah ia membuat komik dengan tokoh Punakawan (Gareng, Petruk, Semar, Bagong). Meskipun diakui, sebelumnya telah ada beberapa nama komikus yang membuat komik tokoh punakawan, seperti Hidayat Sujana, HAB, Rowing, Rachman, serta Indri S, tetapi nama Tatang S yang paling bersinar. Salah satu alasannya, karena komiknya ini sanggup bertahan melintasi berbagai generasi. Keunikan karakter dan kesederhanaan cerita yang dibawakan juga menjadi nilai plus Tatang dalam komiknya.
Sederhana, itulah yang ada di benak saya saat pertama kali berkenalan dengan komik-komik Gareng-Petruk karya Tatang S. Ia membuat gambar-gambar komiknya hitam-putih, dengan kertas tipis, tapi dibuat tetap berkesan. Di dalam komik-komik Gareng-Petruknya, Tatang selalu menceritakannya dengan bersahaja, tentang kehidupan orang-orang di desa antah-berantah, Desa Tumaritis. Komik Tatang ini unik dan memiliki ciri khas. Ia tidak membicarakan tema-tema cerita yang jauh, namun membicarakan keseharian kita, seperti soal pekerjaan, pengangguran, romantika orang pinggiran, hingga horor. Dalam komiknya, kita pasti menjumpai kekonyolan, keluguan, sampai ironi kehidupan. Menurut saya, Tatang tidak main-main menciptakan karakter Punakawan di setiap komiknya. Gareng dan Petruk merupakan lukisan orang pinggir kota yang memiliki cita-cita, impian, dan kesialan. Tokoh Semar dalam komiknya digambarkan sebagai seorang yang arif bijaksana, punya kharisma, dan disegani. Sedangkan Bagong, karakternya hamper mirip dengan Gareng dan Petruk. Gareng dan Petruk selalu dilukiskan sebagai anak muda pengangguran yang kerap menjumpai kesialan.
Tatang sungguh cerdas mengambil tema cerita yang dekat dengan pembaca. Kerap kita menjumpai kisah horor (mistik) dalam komiknya. Sosok hantu di komik Tatang selalu mengambil persepsi orang awam. Semisal, ia menggambarkan wewe gombel dengan wujud perempuan berbadan besar, mempunyai lidah menjulur panjang, mata melotot, bertaring, dan payudara besar menggelantung ditutupi rambut yang menjuntai hingga kaki. Hantu-hantu ini seringkali muncul ketika Gareng dan Petruk tengah ronda malam di kampong Tumaritis, saat malam Jumat Kliwon. Tatang pintar merubah suasana horor menjadi hal yang menggelitik. Contohnya, ketika Gareng dan Petruk dikejar oleh hantu, akhirnya mereka jatuh ke sungai.
Tatang punya segudang ide mengemas kemasan cerita komiknya. Tema pahlawan super dipilih Tatang untuk membuat pembaca tidak jenuh. Kita seringkali menjumpai Ksatria Baja Hitam, Megaloman, Superman, Batman, ataupun Spiderman dalam komiknya. Nama-nama pahlawan super itu sering diakhiri dengan kata Tumaritis, seperti Megaloman Tumaritis. Tokoh yang dipilih Tatang untuk ‘berperan’ menjadi pahlawan super siapa lagi kalau bukan Gareng dan Petruk. Pahlawan-pahlawan super ini kerap membantu orang-orang yang sedang kesusahan di kampung Tumaritis. Tentu saja Tatang tidak membuat mereka seperti aslinya. Dengan sentuhan idenya, Tatang meramunya menjadi pahlwan-pahlawan super yang konyol.
Teknik gambar dengan goresan hitam-putih sederhana, cerita dan banyolan norak khas jamannya, justru membuat para pembaca menjadi ketagihan setiap menikmati komik-komik karyanya. Selain itu, layaknya seniman yang bertanggung jawab dengan karyanya, Tatang selalu muncul dengan petuah bijak yang diutarakan lewat tokoh-tokohnya. Petuah Tatang sangat positif untuk siapapun, dari anak-anak hingga orang dewasa. Ciri lainnya, Tatang rajin mengirim salam untuk seseorang melalui komik-komiknya. Selain itu ia juga memiliki ungkapan yang kerap hadir dalam komiknya, yaitu “Salam manis tak akan habis, salam sayang tak akan hilang buat semua pencinta karya saya”.
Pada tahun 1990-an, Tatang muncul dengan tema lain. Tema yang dikisahkan Tatang kala itu adalah tentang kehidupan surga dan neraka. Dengan idenya yang bebas,, ia menggambarkan sosok-sosok manusia pembangkang yang kemudian dihukum Tuhan di neraka, serta manusia-manusia patuh yang mendapat kehidupan bahagia di surga. Hukuman-hukuman neraka yang digambar Tatang dalam komiknya begitu detail, seperti ketika ada orang disetrika badannya karena waktu di dunia ia sering pergi ke tempat maksiat.
Pada 27 April 2003, Tatang S meninggal dunia. Menurut sejumlah rumor yang beredar, ia meninggal karena penyakit kencing manis. Penyakit ini diderita lantaran Tatang, yang sering kerja pada malam hari, ketagihan meminum minuman bersoda. Meski kehidupannya diliputi misteri, Tatang telah mendedikasikan seluruh hidupnya untuk komik Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan produktifnya ia mencipta komik. Selain itu, bisa saya katakana bahwa Tatang merupakan seorang pemerhati sosial yang cerdas dan peka. Ini terlihat pada komik-komiknya yang selalu menggambarkan kehidupan dan watak masyarakat menengah-bawah dengan mendetail, serta ketimpangan sosial yang terjadi.
sumber http://gendonentong.blogspot.com/2011/10/sejarah-komik-garengpetruksemarbagong.html#ixzz1arjgyoid
Cara Paling Aman Ngunci Sepeda [Ahihihihihiii...........]
Selain pemadam kebakaran, gak akan ada orang lain yang bisa mencuri sepeda-mu yang dikunci dengan cara seperti ini hehe..

http://www.idbite.com/myarticle/1141/cara-paling-aman-ngunci-sepeda-foto
http://www.idbite.com/myarticle/1141/cara-paling-aman-ngunci-sepeda-foto
Wajib Baca! Alasan Kenapa Terkena Air Liur Anjing Harus Dicuci dengan Tanah
Bagi Anda yang muslim akan terkejut manakala hal ini sudah diberitahukan pada kita sejak 1400 tahun yang lalu. Ilmuwan membuktikan jika Virus anjing itu sangat lembut dan kecil. Sebagaimana diketahui, semakin kecil ukuran mikroba, ia akan semakin efektif untuk menempel dan melekat pada dinding sebuah wadah.
Air liur anjing mengandung virus berbentuk pita cair. Dalam hal ini tanah berperan sebagai penyerap mikroba berikut virus-virusnya yang menempel dengan lembut pada wadah. Perhatikan sabda Rosulullah berikut :
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,
Sucinya wadah seseorang saat dijilat anjing adalah dengan membasuhnya tujuh kali, salah satunya dengan menggunakan tanah.
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,
Apabila anjing menjilat wadah seseorang, maka keriklah (bekasnya) lalu basuhlah wadah itu tujuh kali. (HR. Muslim)
Tanah, menurut ilmu kedokteran modern diketahui mengandung dua materi yang dapat membunuh kuman-kuman, yakni: tetracycline dan tetarolite. Dua unsur ini digunakan untuk proses pembasmian (sterilisasi) beberapa kuman.
Eksperimen dan beberapa hipotesa menjelaskan bahwa tanah merupakan unsur yang efektif dalam membunuh kuman. Anda juga bakal terkejut ketika mengetahui tanah kuburan orang yang meninggal karena sakit aneh dan keras, yang anda kira terdapat banyak kuman karena penyakitnya itu, ternyata para peneliti tidak menemukan bekas apapun dari kuman penyakit tersebut di dalam kandungan tanahnya.
Menurut muhammad Kamil Abd Al Shamad, tanah mengandung unsur yang cukup kuat menghilangkan bibit-bibit penyakit dan kuman-kuman.
Hal ini berdasarkan bahwa molekul-molekul yang terkandung di dalam tanah menyatu dengan kuman-kuman tersebut, sehingga mempermudah dalam proses sterilisasi kuman secara keseluruhan.
Ini sebagaimana tanah juga mengandung materi-materi yang dapat mensterilkan bibit-bibit kuman tersebut. Para dokter mengemukakan, kekuatan tanah dalam menghentikan reaksi air liur anjing dan virus-virus di dalamnya lebih besar karena perbedaan dalam daya tekan pada wilayah antara cairan (air liur anjing) dan tanah.
Dr. Al Isma'lawi Al-Muhajir mengatakan anjing dapat menularkan virus tocks characins, virus ini dapat mengakibatkan kaburnya penglihatan dan kebutaan pada manusia.
http://www.exelroze.info/2011/10/wajib-baca-alasan-kenapa-terkena-air.html
sumber http://gendonentong.blogspot.com/2011/10/wajib-baca-alasan-kenapa-terkena-air.html#ixzz1arhvo3mf
Langganan:
Komentar (Atom)
Kumpulan File Sayu